Al Qur'an

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Al Hadits

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Khutbah & Ceramah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kisah Inspiratif

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Seputar Islam

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

May 28, 2013

Tentang Surat Al Baqarah Ayat 106, 107, 108

Malam sob, apa kabar? semoga baik baik saja ya. Kali ini saya akan melanjutkan postingan saya mengenai Tafsir Surat Dan Ayat Dalam Al Qur'an. Yang akan saya bahas kali ini adalah Surat Al Baqarah Ayat 106, 107, 108. Di dalam Ayat ini, Allah SWT menjelaskan mengenai Nasakh Di Dalam Al Qur'an.

Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 106, 107, 108
Artinya:
106. ayat mana saja[81] yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. tidakkah kamu mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
107. Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.
108. Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? dan Barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, Maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus. 
[81] Para mufassirin berlainan Pendapat tentang arti ayat, ada yang mengartikan ayat Al Quran, dan ada yang mengartikan mukjizat.

Hadis Yang Berkaitan Dengan Ayat
Ayat 108: Ibnu Abbas berkata," Rofi' Bin Khuzaimah dan Wahab Bin Zaid berkata kepada Rasulullah," Hai Muhammad, berilah kepada kami sebuah kitab yang diturunkan dari langit supaya kami dapat membacanya, atau pancarkanlah mata air yang menjadi sungai sungai- sungai buat kami sehingga kami dapat mengikutimu dan membenarkanmu". Maka, Allah SWT menurunkan ayat ini.(HR. Ibnu Abi Hatim)

Mutiara Ayat
Di dalam Surat Al Baqarah Ayat 106, 107, 108 ini, Allah SWT menjelaskan mengenai Nasakh Di Dalam Al Qur'an;
1. Penggantian isi ayat oleh Allah SWT tidak dapat di ingkari kejadiannya, karena hal itu termasuk kedalam kekuasaan Allah SWT.
2. Segala sesuatu yang diperintahkan kepada seorang Rasul pasti ada manfaatnya. oleh sebab itu, haruslah dilakukan. Segala sesuatu yang dilarang tentu mengandung kemudaratan, oleh karenanya harus dijauhi.
3. Umat Islam dilarang mempersoalkan sesuatu yang akan memberatkan diri mereka sendiri.

Sekiankian dulu ya postingan saya kali ini, kalau sobat ingin melihat penjelasan mengenai surat Al Bawarah ayat lainya, silahkan kunjungi Surat Al Baqarah, tetapi kalu sobat ingin melihat surat lainya, silahkan kinjungi Pilih Surat

Sekian sob, dan jangan lupa, klik link dibawah ini sebelum keluar. Wassalam

Hari Ini, Posisi Matahari Tepat di Atas Kakbah


Nanti sore terdapat suatu momen yang cukup penting bagi umat Islam di dunia yang ingin memastikan posisi kiblat.

Secara astronomis, peristiwa matahari berada di atas Ka’bah  dapat terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 27dan 28 Mei serta tanggal 15 dan 16 Juli.Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Izzudin mengatakan, pada tanggal tersebut, nilai deklinasi (posisi) matahari hampir sama dengan titik koordinat lintang Mekah yakni sebesar 21 derajat 25 menit.

Berdasarkan data astronomis, hari ini pukul 12.18 waktu Arab Saudi (WAS) bertepatan pukul 16.18 WIB atau pukul 17.18 WITA, matahari melintas tepat di atas Kakbah. Dengan demikian, bayangan setiap benda akan menuju Kakbah atau berimpit dengan arah Kakbah di Makkah.

pengecekan dan pelurusan arah Kiblat ini dapat dilakukan dengan cara manual. Yakni dengan mendirikan benda tegak lurus diukur menggunakan lot pada pelataran yang rata. Atau bisa menggunakan benda yang berdiri tegak lainnya, seperti tiang, pintu, dan jendela

Untuk menentukan presisi atau ketepatan waktu, Maka bagi umat Islam yang hendak mengukur kiblat dianjurkan memiliki jam tangan yang sesuai standar internasional. Bisa di cek di http://www.timeanddate.com/.

Tentang Surat Al Baqarah Ayat 104 Dan 105

Pagi sob, di pagi hari ini saya akan melanjutkan postingan saya mengenai Tafsir Surat Dan Ayat Al Qur'an. Yang akan saya bahas kali ini adalah Surat Al Baqarah Ayat 104 Dan 105. Di Ayat ini, Allah SWT menjelaskan mengenai Sopan Santun Terhadap Nabi Muhammad

Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 104 Dan 105
Artinya:
104. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Raa'ina", tetapi Katakanlah: "Unzhurna", dan "dengarlah". dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih[80].
105. orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang musyrik itu tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.
[80] Raa 'ina berarti: sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. di kala Para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut Raa'ina Padahal yang mereka katakan ialah Ru'uunah yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar Perkataan Raa'ina dengan Unzhurna yang juga sama artinya dengan Raa'ina.

Mutiara Ayat
Di dalam Surat Al Baqarah Ayat 104 Dan 105 ini, Allah SWT menjelaskan mengenai Sopan Santun Terhadap Nabi MUhammad SAW;
1. Allah memerintahkan umat islam supaya bersikap sopan santun terhadap Nabi Muhammad. Tidak boleh meniru sikap ahli kitab dan menyuruh umat islam agar memperhatikan ajaran- ajaran yang terkandung dalam kitab Al Qur'an serta mengikuti semua petunjuknya.
2. Umat Islam harus waspada terhadap perilaku para ahli kitab, karena mereka tidak senang kepada Al Qur'an, dan harus berhati- hati menghadapi tipu daya mereka

Sekiankian dulu ya postingan saya kali ini, kalau sobat ingin melihat penjelasan mengenai surat Al Bawarah ayat lainya, silahkan kunjungi Surat Al Baqarah, tetapi kalu sobat ingin melihat surat lainya, silahkan kinjungi Pilih Surat

Sekian sob, dan jangan lupa, klik link dibawah ini sebelum keluar. Wassalam

May 27, 2013

Tentang Surat Al Baqarah Ayat 102 Dan 103

Malam sob, Apa kabar?. Maaf ya lama nggak posting, soalnya ada acara di Jogja. Di malam ini, saya akan melanjutkan postingan saya mengenai Tafsir Surat dan Ayat dalam Al Qur'an. Yang saya bahas kali ini adalah Surat Al Baqarah Ayat 102 Dan 103. Di dalam ayat ini, Allah menjelaskan mengenai Tuduhan Orang Yahudi Terhadap Nabi Sulaiman

Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 102 Dan 103
Artinya:
102. dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
103. Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan Sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui. 
[76] Maksudnya: Kitab-Kitab sihir.
[77] Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[78] Para mufassirin berlainan Pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang Malaikat itu. ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti malaikat.
[79] Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri.

Mutiara Ayat
Di dalam Surat Al Baqarah Ayat 102 Dan 103 ini, Allah menjelaskan mengenai Tuduhan Orang Yahudi Terhadap Nabi Sulaiman;
1. Usaha orang Yahudi untuk mempelajari dan menyebarluaskan sihir adalah menyimpang dari ajaran Taurat.
2. Sihir tidak diajarkan oleh Nabi Sulaiman, tetapi diajarkan oleh setan, yang tidak dapat memberikan pengaruh apapun terhadap jiwa manusia jika tidak dikehendaki Allah SWT.

Sekiankian dulu ya postingan saya kali ini, kalau sobat ingin melihat penjelasan mengenai surat Al Bawarah ayat lainya, silahkan kunjungi Surat Al Baqarah, tetapi kalu sobat ingin melihat surat lainya, silahkan kinjungi Pilih Surat

Sekian sob, dan jangan lupa, klik link dibawah ini sebelum keluar. Wassalam

May 24, 2013

Tentang Surat Al Baqarah Ayat 97, 98, 99, 100, 101

Pagi sob, apa kabar. Di pagi hari ini saya akan melanjutkan postingan saya mengenai Pembahasan Tafsir Surat dan Ayat Al Qur'an. Pagi hari ini saya akan membahas Surat Al Baqarah Ayat 97, 98, 99, 100, 101. Di dalam Ayat ini, Allah SWT menjelaskan mengenai " Memusuhi Jibril berarti memusuhi Allah ".

Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 97, 98, 99, 100, 101


Artinya:
97. Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
98. barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
99. dan Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.
100. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan Setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.
101. dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).

Mutiara Ayat
Di dalam Surat Al Baqarah Ayat 97, 98, 99, 100, 101. Di dalam Ayat ini, Allah menjelaskan mengenai " Memusuhi Jibril berarti memusuhi Allah ";
1. Alasan orang Yahudi tidak mau mempercayai Al Qur'an karena yang membawa adalah musuhnya, yaitu jibril.
2. Barangsiapa yang memusuhi malaikat yang sedang melaksanakan tugas Allah, berarti ia memusuhi Allah, dan dengan demikian ia menjadi kafir.
3. Keingkaran orang- orang Yahudi terhadap Al Qur'an sebenarnya disebabkan kefasikan yang timbul karena watak mereka yang sering  menyalahi janji Allah dan tidak setia.
4. Ketidaksetiaan mereka terhadap Taurat menyebabkan mereka berani menyalahi janji- jani yang telah dibuatnya dengan Nabi Muhammad SAW, dengan mengubah sebagian yang penting dan meninggalkan sebagian yang lain.

Sekiankian dulu ya postingan saya kali ini, kalau sobat ingin melihat penjelasan mengenai surat Al Bawarah ayat lainya, silahkan kunjungi Surat Al Baqarah, tetapi kalu sobat ingin melihat surat lainya, silahkan kinjungi Pilih Surat

Sekian sob, dan jangan lupa, klik link dibawah ini sebelum keluar. Wassalam

May 23, 2013

Tentang Surat Al Baqarah Ayat 92, 93, 94, 95, 96

Malam sob. Maaf postingan kali ini telat, soalnya tadi masih pengajian. Di malam ini saya akan melanjutkan mengenai Tafsir Surat dan Ayat dalam Al Qur'an. Yang akan saya bahas disini adalah Surat Al Baqarah Ayat 92, 93, 94, 95, 96. Di dalam Surat Al Baqarah ayat 92 sampai 96 ini Allah SWT menjelaskan mengenai Kecintaan Orang- orang Yahudi kepada kehidupan duniawi yang membawa mereka menyimpang dari kebenaran.

Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 92, 93, 94, 95, 96
Artinya:
92. Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya[73], dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim.
93. dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak mentaati". dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat[74] perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).
94. Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, Maka inginilah[75] kematian(mu), jika kamu memang benar.
95. dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.
96. dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.
[73] Maksudnya kepergian Musa a.s. ke bukit Thur yang terletak di Sinai, sesudah didatangkan kepadanya mukjizat-mukjizat.
[74] Perbuatan jahat yang mereka kerjakan ialah menyembah anak sapi, membunuh nabi, dan melanggar janji.
[75] Maksudnya: mintalah agar kamu dimatikan sekarang juga.

Mutiara Ayat
Di dalam Surat Al Baqarah Ayat 92, 93, 94, 95, 96 ini, Allah menjelaskan mengenai Kecintaan Orang- orang Yahudi kepada kehidupan duniawi yang membawa mereka menyimpang dari kebenaran;
1. Orang- orang Yahudi yang telah mendapat bimbingan taurat masih saja terjerumus dalam lembah kemusyrikan, berarti mereka telah bertindak zalim dan tidak berhak lagi untuk menggunakan sebutan beriman.
2. Dakwaan orang- orang Yahudi bahwa surga itu disediakan untuk mereka, tidak untuk orang- orang lain, berlawanan dengan diri mereka sendiri, yaitu mereka takut mati untuk membela kebenaran dan sangat tamak terhadap harta benda.
3. Panjang umur seseorang tidak akan dapat melepaskan dirinya dari siksa Allah di akhirat.

Sekiankian dulu ya postingan saya kali ini, kalau sobat ingin melihat penjelasan mengenai surat Al Bawarah ayat lainya, silahkan kunjungi Surat Al Baqarah, tetapi kalu sobat ingin melihat surat lainya, silahkan kinjungi Pilih Surat

Sekian sob, dan jangan lupa, klik link dibawah ini sebelum keluar. Wassalam

Kotbah Jum'at " Bahaya Dukun "

Khotbah Pertama


إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,
Hari-hari ini media dihiasi dengan berita-berita sejumlah artis yang menggugat mantan 'guru spiritual'nya. Sebutan guru spiritual itu sepintas tampak bagus dan mentereng, padahal sesungguhnya yang dimaksudkan dengan istilah itu pada kasus ini dan sejenisnya adalah dukun, paranormal atau peramal. Karenanya tidak berlebihan jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat untuk menjadikan kasus yang menghebohkan ini menjadi momentum untuk melepaskan diri dari perdukunan.

Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengingatkan bahaya perdukunan dan peramalan ini. Bahkan, sekedar mendatangi mereka dengan menanyakan sesuatu, bukan untuk mendakwahi mereka, bisa membuat shalat kita selama 40 hari sia-sia alias tidak diterima.

Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Barangsiapa mendatangi peramal lalu menanyakan kepadanya tentang suatu perkara, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari (HR. Muslim)

Jika mendatangi dukun atau peramal lalu mempercayai apa yang mereka ucapkan, apa yang mereka ramal, maka bahayanya lebih besar lagi. Hal itu bisa membuat kita terjatuh pada kekufuran.

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal dan mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad (HR. Ahmad. Hadits senada diriwayatkan juga oleh Abu Dawud)

Bagaimana penjelasannya seseorang yang mendatangi dukun atau peramal dan mempercayai ucapannya bisa jatuh menjadi kafir? Sebab orang datang kepada mereka umumnya dengan tujuan mencari perlindungan, keselamatan, menanyakan masa depan dan hal-hal ghaib lainnya, yang kesemuanya itu seharusnya hanya ditujukan kepada Allah. Hanya Allah yang Maha Melindungi. Hanya Allah pemilik keselamatan. Hanya Allah yang menentukan dan menjami rezeki seseorang. Hanya Allah yang Mengetahui masa depan dan apa yang terjadi.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Hai Nabi, cukulah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu (QS. Al Anfal : 64)

Apa yang dilakukan oleh manusia di zaman modern ini dengan mendatangi dukun dan meminta pertolongan gaib kepadanya, tidak ubahnya seperti orang-orang kafir di zaman jahiliyah yang menggantungkan dirinya kepada berhala, atau meminta bantuan kepada para dukun yang kemudian dukun-dukun itu berhubungan dengan jin dan berhala. Padahal mereka mengakui bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah. Lalu mengapa mereka tidak memurnikan ibadah kepada Allah dan hanya meminta kepada Allah?

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah". Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?" Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku." Kepada-Nyalah bertawakallah orang-orang yang berserah diri. (QS. Az Zumar : 38)

Jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,
Fenomena perdukunan di era modern ini semakin kompleks dan kadang-kadang dibungkus dengan berbagai kemasan dan istilah yang menipu. Istilah dukun banyak diganti dengan "orangtua", "sesepuh", "orang pintar", bahkan "guru spiritual." Jika dulu dukun identik dengan dupa dan kemenyan, orangnya berambut panjang, bau tak sedap karena jarang mandi, pakaian serba hitam jarang dicuci, saat ini dukun bisa tampil dengan pakaian rapi, parlente, dan bergaya kece. Namun hakikatnya sama. Mereka mengaku memiliki kekuatan gaib atau ilmu gaib yang diklaim mampu menyelesaikan permasalahan orang yang meminta tolong kepadanya. Umumnya akan disertai dengan ritual atau persyaratan yang tidak ilmiah dan tidak memiliki dalil, meskipun sang dukun berupaya memberi label praktiknya dengan identitas Islami.

Sedangkan alat-alat yang digunakan sebagai sarana, jika dulu ada jimat, saat ini kerap disamarkan dalam bentuk gelang, cincin, kalung dan berbagai perhiasan yang indah. Namun hakikatnya juga sama. Benda-benda itu diklaim sebagai penangkal sesuatu, atau mendatangkan kekuatan tertentu. Sehingga sang pemakai akan tergantung kepadanya, takut jika berpisah atau kehilangan benda itu.

Dulu di zaman Rasulullah juga ada praktik serupa. Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu meriwayatkan kesaksiannya tentang bagaimana sikap Rasulullah terhadap jimat-jimat semacam itu.

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَبْصَرَ عَلَى عَضُدِ رَجُلٍ حَلْقَةً أُرَاهُ قَالَ مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ وَيْحَكَ مَا هَذِهِ . قَالَ مِنَ الْوَاهِنَةِ قَالَ أَمَا إِنَّهَا لاَ تَزِيدُكَ إِلاَّ وَهْناً انْبِذْهَا عَنْكَ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِىَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَداً
Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang laki-laki memakai gelang kuningan di tangannya, maka beliau bertanya, "Apakah ini?" Orang itu menjawab, "penangkal sakit." Nabi pun bersabda, "Lepaskanlah itu, karena ia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati dan gelang itu masih ada pada tubuhmu, maka engkau tidak akan beruntung selama-lamanya" (HR. Ahmad)

Dalam hadits yang juga dimasukkan Imam Ahmad dalam Musnad, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:
مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللَّهُ لَهُ
Barangsiapa menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya. Dan barangsiapa menggantungkan wada'ah, semoga Allah tidak memberi ketenangan padanya. (HR. Ahmad)

Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan di leher anak-anak sebagai penangkal penyakit dan pengaruh jahat orang yang dengki dan sebagainya. Sedangkan wada'ah adalah sesuatu yang diambil dari laut semisal kerang yang digunakan sebagai jimat.

Dari hadits Nabi tersebut kita mendapatkan penjelasan mengapa banyak orang yang memiliki dan menggunakan jimat justru ia dilanda galau dan menderita hidupnya, tidak lain karena jimat-jimat dari dukun itu hanya menambah kesesatan. Ia tidak memiliki kekuatan karena kekuatan hanya milik Allah, malah ia membuat hati takut dan mendatangkan laknat Allah.

Jama'ah Jum'at rahimakumullah,
Praktik perdukunan semacam itu, juga memakai jimat-jimat seperti itu, membuat hati bergantung kepada dukun dan jimat. Tidak lagi mau beribadah kepada Allah dan berdoa kepadaNya, namun mengandalkan dukun dan jimat sebagai penyelesai masalah dan jalan pintas menuju kesuksesan. Meskipun mengaku sebagai Muslim, pada hakikatnya kemusyrikan telah merasuk pada jiwanya, persis seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ
Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan menyekutukan Allah (QS. Yusuf : 106)

Betapa bahayanya syirik ini ditegaskan Allah dua kali dalam surat yang sama. Bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, sementara dosa-dosa yang lain masih mendapatkan peluang ampunan.

Allah Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mepersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar (QS. An Nisa : 48)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mepersekutukan Allah, maka sungguh ia telah tersesat sejauh-jauhnya (QS. An Nisa' : 116)

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jama'ah Jum'at rahimakumullah,
Tidak ada dosa yang lebih besar daripada syirik. Maka perdukunan harus kita jauhi sejak saat ini karena ia sangat erat dengan ksyirikan itu. Jika dalam surat An Nisa' dua kali Allah menegaskan dosa syirik tidak diampuni, yang artinya seseorang yang meninggal dalam kondisi syirik tidak akan mendapatkan ampunan, maka konsekuensi logis berikutnya adalah ia pasti dimasukkan Allah ke dalam neraka.

Allah memfirmankan hal itu di dalam surat Al Maidah ayat 72:
مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka. Tiada penolong bagi orang-orang yang zalim (QS. Al Ma'idah : 72)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ